Thursday, July 12, 2012
Ditemukannya sikat gigi yang menggunakan energi listrik dari baterai ini sebenarnya punya kelebihan. Yakni praktis, tinggal olesin odol, teken tombol dan berputarlah si kepala sikat gigi elektrik tersebut.
Tapi beberapa situs online banyak yang menyatakan bahayanya menggunakan sikat gigi elektrik ini. Apalagi kalau anak-anak yang menggunakannya. Alasannya:
Kepala sikat gigi yang berputar itu lepas saat digunakan. Parahnya, putaran kepala sikat gigi canggih yang lepas itu berputar dengan kecepatan tinggi.
Selain bisa mengenai gigi, gusi, mulut dan mata, dikhawatirkan lepasnya bulu sikat gigi ini mengenai amandel (tonsil). Kemungkinan tersedak (keselek) dan bahkan gigi patah.
Bahkan FDA (Food and Drugs Administration) nya Amerika, semacam BPPOM di Indonesia, menyatakan adanya ancaman keamanan dalam penggunaan sikat gigi elektrik.
Oke, jadi sikat gigi elektrik berbahaya ya? Eit, tunggu dulu! Sama seperti penggunaan gas elpiji tabung 3kg yang sering meleduk (baca: meledak) karena salah cara penggunaan dan perawatannya. Asal tau cara penggunaan yang benar, sah-sah saja menggunakan sikat gigi elektrik.
Tabung elpiji 3kg dan sikat gigi elektrik ibarat saudara kembar, sama-sama kurang disosialisasikan di Indonesia.
Jika memang sudah nyaman menggunakan sikat gigi jenis berlistrik ini, boleh-boleh saja diteruskan. Tapi pahami dengan benar mengenai cara penggunaan dan perawatannya. Dan kapan harus mengganti kepala sikatnya. Kalau mau lebih amannya, gunakan saja sikat gigi biasa / manual. Yang paling penting bukan sikat gigi mana yang bagus, tapi teknik menyikat gigi dan di saat yang tepat alias jangan malas menggosok gigi. 

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar anda.

100 Artikel Terbaru


Buku Tamu

Facebook Page

Total Page Views

Popular Post