Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts
Monday, January 6, 2014
Tujuan Serta Orientasi Hidup Manusia - Makalah Filsafat Pendidikan Islam
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Manusia adalah
makhluk unik dan penuh misteri, yang tidak pernah habis menjadi objek kajian
dan penelitian. Berbagai disiplin ilmu pengetahuan telah mendefinisikan manusia
sesuai dengan sudut pandang keilmuan masing-masing. Ada yang mendefinisikan
sebagai homo sapiens (makhluk yang memiliki akal budi), homo luquen (makhluk
yang mampu menciptakan bahasa), homo faber (makhluk hidup yang bisa membuat
alat perkakas), zoon politikon (makhluk sosial/ bermasyarakat), homo luden
(makhluk yang suka main), homo deleqaus (makhluk yang bisa menyerahkan kerja
dan kekuasaannya pada orang lain), dan ada pula yang mengatakan animal
rationale atau hayawan nathiq (binatang yang berfikir), serta julukan-julukan
lainnya.
Hal ihwal
manusia ini ternyata juga banyak dibahas dalam Al-Qur’an. Ada beberapa istilah
yang muncul dalam Al-Qur’an, yaitu basyar (35 kali dalam bentuk mufrod dan
sekali dalam bentuk mustasna), al-ins (18 kali), al-insan (65 kali), an-naas
(240 kali), bani adam ( 7 kali), dan dzuriyah adam (1 kali). Ini menujukkakan
bahwa manusia memang makhluk yang penuh misteri. Beberapa penamaan manusia
diatas tentunya memiliki makna yang berbeda, hal ini bisa dilihat dari
diletakkannya nama-nama itu dalam konteks ayat yang berbeda. Penggunaan nama
pada konteks ayat yang berbeda itu berarti pula bahwa manusia memiliki
kecenderungan tertentu, kecenderungan taat maupun kecenderungan sesat.
Namun dalam
makalah singkat ini pemakalah tidak hendak mengupas perbedaan makna tersebut,
akan tetapi makalah ini akan membahas tentang tujuan serta orientasi hidup
manusia. Secara umum, makalah ini akan menjawab pertanyaan tentang; darimana
datangnya manusia, untuk apa manusia diciptakan, dan kemana manusia akan
menuju?
B.
Rumusan Masalah
-
Darimana
datangnya manusia ?
-
Untuk
apa manusia diciptakan ?
-
Kemana
manusia akan menuju ?
C.
Tujuan Penulisan
-
Mengetahui
darimana manusia datang.
-
Mengetahui
untuk apa manusia diciptakan.
-
Mengetahui
arah tujuan hidup manusia.
PEMBAHASAN
A.
Tipologi manusia
Secara umum,
banyak cabang ilmu yang membahas tentang manusia, ada yang memandang manusia
dari segi fisik (Antropologi Fisik), ada yang memandang manusia dari segi
budaya (Antropologi Budaya), ada yang memandang manusia dari segi “ada” nya
atau dari segi “hakikat” nya (Antropologi Filsafat), dan ada pula yang memahami
hakikat manusia dari sudut pandang agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan
Al-Hadits. Inilah yang menyebabkan orang-orang tak henti-hentinya berusaha
mencari jawaban yang memuaskan tentang pertanyaan mendasar manusia, yaitu Apa,
dari mana, dan kemana manusia itu?
Saturday, October 5, 2013
Makalah - Tujuan Serta Orientasi Hidup Manusia - Filsafat Pendidikan Islam
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Manusia adalah
makhluk unik dan penuh misteri, yang tidak pernah habis menjadi objek kajian
dan penelitian. Berbagai disiplin ilmu pengetahuan telah mendefinisikan manusia
sesuai dengan sudut pandang keilmuan masing-masing. Ada yang mendefinisikan
sebagai homo sapiens (makhluk yang memiliki akal budi), homo luquen (makhluk
yang mampu menciptakan bahasa), homo faber (makhluk hidup yang bisa membuat
alat perkakas), zoon politikon (makhluk sosial/ bermasyarakat), homo luden
(makhluk yang suka main), homo deleqaus (makhluk yang bisa menyerahkan kerja
dan kekuasaannya pada orang lain), dan ada pula yang mengatakan animal
rationale atau hayawan nathiq (binatang yang berfikir), serta julukan-julukan
lainnya.
Hal ihwal
manusia ini ternyata juga banyak dibahas dalam Al-Qur’an. Ada beberapa istilah
yang muncul dalam Al-Qur’an, yaitu basyar (35 kali dalam bentuk mufrod dan
sekali dalam bentuk mustasna), al-ins (18 kali), al-insan (65 kali), an-naas
(240 kali), bani adam ( 7 kali), dan dzuriyah adam (1 kali). Ini menujukkakan
bahwa manusia memang makhluk yang penuh misteri. Beberapa penamaan manusia
diatas tentunya memiliki makna yang berbeda, hal ini bisa dilihat dari
diletakkannya nama-nama itu dalam konteks ayat yang berbeda. Penggunaan nama
pada konteks ayat yang berbeda itu berarti pula bahwa manusia memiliki
kecenderungan tertentu, kecenderungan taat maupun kecenderungan sesat.
Namun dalam
makalah singkat ini pemakalah tidak hendak mengupas perbedaan makna tersebut,
akan tetapi makalah ini akan membahas tentang tujuan serta orientasi hidup
manusia. Secara umum, makalah ini akan menjawab pertanyaan tentang; darimana
datangnya manusia, untuk apa manusia diciptakan, dan kemana manusia akan
menuju?
B.
Rumusan Masalah
-
Darimana
datangnya manusia ?
-
Untuk
apa manusia diciptakan ?
-
Kemana
manusia akan menuju ?
C.
Tujuan Penulisan
-
Mengetahui
darimana manusia datang.
-
Mengetahui
untuk apa manusia diciptakan.
-
Mengetahui
arah tujuan hidup manusia.
Monday, September 16, 2013
70 Kata Bijak dari Orang Terkenal
1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar
kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang
benar itu yang sulit. (Aristoteles)
2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda
bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John
Pattrick).
3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang
ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry
Ward Beecher)
4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan
mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan
semangat. (Winston Chuchill)
5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak
terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)
6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi
kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles
Lamb)
7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan,
harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)
Tuesday, June 4, 2013
Hand Out Linguistik Semester 2 PBA UIN SUKA
Kali ini saya akan share Hand Out Linguistik dari Bapak Dosen tercinta, Abdul Munip. ^_^Terdapat 8 dokumen yang akan teman-teman dapat, antara lain :
- COVER
- Bab 1 - PENGERTIAN, OBJEK KAJIAN, PENGGOLONGAN, DAN MANFAAT LINGUSTIK
- Bab 2 - SEJARAH ILMU LINGUISTIK
- Bab 3 - BAHASA SEBAGAI OBJEK LINGUISTIK
- Bab 4 - FONOLOGI
- Bab 5 - MORFOLOGI
- Bab 6 - SINTAKSIS
- Bab 7 - SEMANTIK
Saturday, October 27, 2012
Makalah Klasifikasi Hadits Dari Sisi Kuantitas Rawi
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada awalnya Rasulullah S.A.W melarang
sahabat untuk menulis hadis, karena dikhawatirkan bercampur baur penulisannya
dengan Al-Qur'an. Perintah untuk menuliskan hadis yang
pertama kali oleh khalifah Umar bin Abdul Azis.
Beliau menulis surat kepada gubernur di madinah yaitu Abu Bakar bin Muhammad
bin Amr Hazm Al-Alsory untuk membukukan hadis. Sedangkan ulama yang pertama
kali mengumpulkan hadis adalah Arroby bin Sobiy dan Said bin Abi Arobah. Akan tetapi
pengumpulan hadis tersebut masih acak (tercampur antara yang sohih dengan
dhoif, dan perkataan para sahabat).
Sebagian orang bingung termasuk
kelompok kami melihat jumlah pembagian hadis yang banyak dan beragam.
Tetapi kebingungan itu kemudian sedikit menjadi
hilang setelah melihat pembagian hadis yang ternyata dilihat dari berbagai
tinjauan dan berbagai segi pandangan, bukan hanya dari satu segi pandangan
saja.
Hadis memiliki beberapa cabang dan masing-masing
memiliki pembahasan yang unik dan tersendiri. Dalam makalah
ini akan dikemukakan pembagian hadis dari segi kuantitas rawi. Kritik dan
saran untuk kesempurnaan makalah ini sangat kami harapkan, baik dari
kawan-kawan maupun dosen pengampu.
Rumusan Masalah
Bagaimanakah hadits ditinjau dari segi kuantitasnya ?
BAB II
PEMBAHASAN
Klasifikasi hadits dari segi kuantitas rawi
Ulama berbeda pendapat tentang pembagian hadis ditinjau dari
segi kuantitasnya. Maksudnya di tinjau dari segi kuantitas adalah
dengan menyelusuri jumlah para perawi yang menjadi sumber adanya suatu hadis. Para ahli ada yang mengelompokkan
menjadi tiga bagian, yakni hadis mutawatir, masyhur dan ahad; dan
ada juga yang membaginya hanya menjadi dua, yakni hadis mutawatir dan ahad.
Pendapat pertama,yang menjadikan hadis masyhur berdiri
sendiri,tidak termasuk pembagian hadis ahad, dianut oleh sebagian ulama usul
diantaranya adalah Abu Bakar Al- Jassas ( 305-370 H), sedangkan ulama golongan kedua diikuti oleh kebanyakan
ulama usul dan ulama kalam. Menurut mereka hadis masyhur bukan merupakan hadis yang
berdiri sendiri, akan
tetapi hanya bagian dari hadis ahad. Mereka membagi hadis menjadi dua bagian, yaitu mutawatir dan ahad.[1]
Subscribe to:
Posts (Atom)
100 Artikel Terbaru
Buku Tamu
Facebook Page
Total Page Views
Popular Post
-
Untuk teman yang suka desain kaos, sekarang gak perlu ribet lagi. Ada aplikasi untuk komputer kamu yang fungsinya untuk menbuat design ka...
-
Ditahun 2013 ini nampaknya perkembangan Line di Indonesia lumayan bersaing, khusus di Play Store posisinya selalu di lima besar, kalau ...
-
Ada teman saya yang tanya. Begini percakapannya: Temen : "Bro, cara mengganti password hp gimana sih ?" (sambil nunjukin hp...
-
Mungkin selama ini jika agan ngetik huruf arab pada HP Samsung Galaxy Young S5360 akan seperti ini. Begitu juga dengan saya gan...
-
Untuk yang berminat untuk download, langsung saja saya jelaskan, ada apa aja sih Game dan Aplikasi yang tersedia ? Yuk kita kupas tuntas.....
