Tuesday, November 11, 2014

Celah celah jendela membiarkan dirinya terbelah oleh sinar mentari dikala sang embun menyeruak keluar dari dedaunan rimbun nan segar dan sangat hijau. Udara dingin bercampur aroma khas yang sangat segar masih bersedia menemani cahaya yang belum teramat jelas untuk menerangi jalanan. Dikala seperti ini orang-orang sudah mulai menjalankan ritualnya masing-masing. Masih tergeletak lemas dan tak sadarkan diri di atas kasur, seolah-olah guling dan bantal tak mau ditinggalkan. Ya, itulah ritualku pada saat itu. Tak jauh berbeda dengan sahabat-sahabatku. Bukannya kami malas untuk segera bangkit. Kami bukan orang-orang malas yang tak tahu apa-apa. Ketika ada banyak orang yang selalu meluangkan waktu untuk melakukan hal yang bernilai guna pada saat embun dan kawan-kawannya muncul. Kami juga melakukannya, hanya saja pada saat yang tidak sama dengan mereka. Kami senang melakukannya, dan pasti semua orang juga mempunyai sesuatu hal yang mereka sukai. Karena setiap insan memiliki gaya hidup masing-masing. Begitu juga dengan hal yang mereka sukai.[]

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar anda.

100 Artikel Terbaru


Buku Tamu

Facebook Page

Total Page Views

Popular Post